Tips Dan Trik Main PANCO

Tips And Trik Latihan Biar Kuat PancoPhotobucket
DEFINITION
Kalian pada tau panco kan??Ya, Panco atau disebut juga Arm wrestling adalah olahraga yang pesertanya ada 2 orang. Tiap peserta meletakkan tangannya di meja (Boleh kanan boleh kiri tapi keduanya harus sama , Tapi Dimana-mana biasanya tangan kanan sih wkwk) Tangan peserta saling berpegangan, Yang menang yang bisa ngejatuhin tangan lawan, dengan tangan pemenang berada di atas tangan yang kalah 
Sedikit Tips Dan Triknya
TESTIMONIAL
Panco bukan masalah sama size tubuh kalian, Sekecil apapun kalian bisa saja kalian mengalahkan yang size tubuhnya lebih besar, asal kalian rutin latihan dan makan teratur, terus KENALI lawan baru DILAWAN jangan asal pilih lawan cari lawan tuh yang kira kira bisa menang sesuai kemampuan maksimal kita.Dalam panco juga, ada orang yang diberkahi kekuatan tangan natural yang artinya punya tendon yang kuat dari keturunannya tapi ada juga yang punya kekuatan tangan tapi dari latihan kalo saya sih natural wkakaka 
Salah satu latihan dan yang termudah buat kuat panco :

1. PUSH UP !!
 
Efek Dari Push Up :
1. Push-up merupakan gerakan terbaik untuk seluruh tubuh, meliputi bagian atas seperti dada, lengan, otot bisep dan trisep, bahu, serta punggung.
2. Push-up bisa dilakukan di mana saja. Karena ada banyak variasi gerakan, Kalian dapat mengubah tingkatnya sesuai dengan keahlian.
3. Murah lagi, ga pake BIAYA (inggal Kesadaran diri sendiri aja) hahaha




2. TOWEL PULL UP !!


Efek Dari Towel Pull Up :
1. Towel Pull-up merupakan gerakan bagus untuk membentuk dan memperkuat pergelangan tangan, lengan bawah, dan punggung
2. Alatnya juga murah cuman handuk wkakaka 

Jadi Gimana ?
Gampang kan? Hanya dengan push up kalian kalian bisa menang lawan orang yang lebih besar dari kalian ! tapi ingat besarnya juga dikira kira! HaHaHa ! Push upnya jangan seminggu 1x, ga ngepek itumah, dilakukan rutin setiap hari ya..! misalnya perhari 30x tiap bangun pagi, habis mandi atau habis ngerjain tugas HeHe.
Intinya push upnya musti rutin dan ga harus sekali push up sampai 100x tapi dilakuin secara bertahap tahap, dari 5x ke 10x ; dari 10x ke 15x dan seterusnya. Dijamin kalo latihan rutin terus seperti itu pasti bakal jadi kuat..!! Selain itu, push up juga ngebentuk otot dada dan otot badan bagian atas, kan nanti gagah tuh, yang kurus jadi keren yang gemuk jadi gagah wkakaka
Dan Sedikit Tips saat main Bermain panco , Tangan anda Usahakan dekat Dengan Bahu anda Dan Dorong tangan anda menggunakan BADAN anda INSYALLAH anda akan menang wkwkwk

Belajar Membubut

Operasi pada mesin bubut ada beraneka ragam antara lain :

• Pembubutan
• Pengeboran
• Pengerjaan tepi
• Penguliran
• Pembubutan tirus
• Penggurdian
• Meluaskan lubang

a.Pembubutan Silindris
Benda disangga diantara kedua pusatnya. Hal ini ditunjukkan pada gambar :




Gambar 1. Operasi pembubutan : A. Pahat mata tunggal dalam operasi pembubutan B. Memotong tepi.


b.Pengerjaan Tepi (Facing)
Pengerjaan tepi adalah apabila permukaan harus dipotong pada pembubut. Benda kerja biasanya dipegang pada plat muka atau dalam pencekam seperti gambar 2B. Tetapi bisa juga pengerjaan tepi dilakukan dengan benda kerja diantara kedua pusatnya. Karena pemotongan tegak lurus terhadap sumbu putaran maka kereta luncur harus dikunci pada bangku pembubut untuk mencegah gerakan aksial.


c.Pembubutan Tirus
Terdapat beberapa standar ketirusan1 dalam praktek komersial. Penggolongan berikut yang umum digunakan :

1.Tirus Morse, banyak digunakan untuk tangkai gurdi, leher, dan pusat pembubut. Ketirusannya adalah 0,0502 mm/mm (5,02%).
2.Tirus Brown dan Sharp, terutama digunakan dalam memfris spindel mesin : 0,0417 mm/mm (4,166%).
3.Tirus Jarno dan Reed, digunakan oleh beberapa pabrik pembubut dan perlengkapan penggurdi kecil. Semua sistem mempunyai ketirusan 0.05 mm/mm (5,000%),tetapi diameternya berbeda.
4.Pena tirus.
Digunakan sebagai pengunci. Ketirusannya 0,0208 mm/mm (2,083%).


d.Memotong Ulir
Biasanya pembuatan ulir dengan mesin bubut dilakukan apabila hanya sedikit ulir yang harus dibuat atau dibuat bentuk khusus. Bentuk ulir didapatkan dengan menggerinda pahat menjadi bentuk yang sesuai dengan menggunakan gage atau plat pola. Gambar 7. memperlihatkan sebuah pahat untuk memotong ulir -V 60 derjat dan gage yang digunakan untuk memeriksa sudut pahat. Gage ini disebut gage senter sebab juga bisa digunakan sebagai gage penyenter mesin bubut. Pemotong berbentuk khusus bisa juga digunakan untuk memotong ulir.

Mesin Bubut

1. Pengertian Mesin Bubut
Mesin bubut merupakan salah satu jenis mesin perkakas. Prinsip kerja pada proses turning atau lebih dikenal dengan proses bubut adalah proses penghilangan bagian dari benda kerja untuk memperoleh bentuk tertentu. Di sini benda kerja akan diputar/rotasi dengan kecepatan tertentu bersamaan dengan dilakukannya proses pemakanan oleh pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan (feeding).

Gambar1. Proses pembubutan


2. Komponen Utama Mesin Bubut
Mesin bubut pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen utama antara lain: meja mesin, a headstock, a tailstock, a compound slide, across slide, a toolpost, dan leadscrew dan lain-lain. Pada gambar 2.2 berikut ini diperlihatkan nama-nama bagian atau komponen yang umum dari mesin bubut:



Gambar 2. Komponen Utama Mesin Bubut

Tailstock untuk memegang atau menyangga benda kerja pada bagian ujung yang berseberangan dengan Chuck (pencekam) pada proses pemesinan di mesin bubut.

Lead crew adalah poros panjang berulir yang terletak agak dibawah dan sejajar dengan bangku, memanjang dari kepala tetap sampai ekor tetap. Dihubungkan dengan roda gigi pada kepala tetap dan putarannya bisa dibalik. Dipasang ke pembawa (carriage) dan digunakan sebagai ulir pengarah untuk membuat ulir saja dan bisa dilepas kalau tidak dipakai.

Feedrod terletak dibawah ulir pengarah yang berfungsi untuk menyalurkan daya dari kotak pengubah cepat (quick change box) untuk menggerakkan mekanisme apron dalam arah melintang atau memanjang.

Carriage terdiri dari tempat eretan, dudukan pahat dan apron. Konstruksinya kuat karena harus menyangga dan mengarahkan pahat pemotong. Dilengkapi dengan dua cross slide untuk mengarahkan pahat dalam arah melintang. Spindle yang atas mengendalikan gerakan dudukan pahat dan spindle atas untuk menggerakkan pembawa sepanjang landasan.

Toolpost digunakan sebagai tempat dudukan pahat bubut, dengan menggunakan pemegang pahat.
Headstock , yaitu tempat terletaknya transmisi gerak pada mesin bubut yang mengatur putaran yang dibutuhkan pada proses pembubutan.

3. Dimensi dan Jenis-Jenis Mesin Bubut
Dimensi atau ukuran mesin bubut biasanya dinyatakan dalam diameter benda kerja yang dapat dikerjakan pada mesin tersebut. misalnya sebuah mesin bubut ukuran 400 mm mempunyai arti mesin bisa mengerjakan benda kerja sampai diameter 400 mm. Ukuran kedua yang diperlukan dari sebuah mesin bubut adalah panjang benda kerja. Beberapa pabrik menyatakan dalam panjang maksimum benda kerja diantara kedua pusat mesin bubut, sedangkan sebagian pabrik lain menyatakan dalam panjang bangku. Ada beberapa variasi dalam jenis mesin bubut dan variasi dalam desainnya tersebut tergantung cara pengoparasiannya dan jenis produksi atau jenis benda kerja.
Dilihat cara pengoperasian mesin bubut dibagi menjadi dua jenis yaitu mesin bubut manual dan mesin bubut otomatis. Mesin bubut manual adalah mesin bubut yang proses pengoperasiannya secara manual dilakukan oleh manusia secara langsung, sedangkan mesin bubut atomatis adalah mesin bubut yang perkakasnya secara otomatis memotong benda kerja dan mundur setelah proses diselesaikan, dimana semua pegerakan sudah diatur atau diprogram secara otomatis dengan mengunakan komputer. Mesin bubut yang otomatis sepenuhnya dilengkapi dengan tool magazine sehingga sejumlah alat potong dapat diletakan dimesin secara berurutan dengan hanya sedikit pengawasan dari operator. Mesin bubut otomatis ini lebih dikenal dengan sebutan CNC (Computer Numerical Control) Lathe Machine ( mesin bubut dengan sistem komputer kontrol numerik), seperti pada gambar berikut:


Gambar 3. Jenis Mesin Bubut;
a. Mesin bubut manual, b. Mesin bubut CNC